Senin, 30 April 2012

Sayangi [Tumit] Yuk!


Kulit di daerah tumit memang tebal, tapi malah rentan menjadi pecah. Itulah awal penjelasan Dr. Silviani Sri Rahayu, SpKK, ketika diwawancarai oleh majalah Dokter Kita “Tumit itu selnya khusus, terdiri dari sel epitel gepeng berlapis yang relatif tebal dibanding lapisan kulit yang lain. Karena begitu tebalnya lapisan sel maka kelenjarnya malah lebih sedikit. Dengan jumlah kelenjar yang sedikit maka kulit kulit di daerah  itu menjadi kurang lembab. Berbeda dengan kulit misalnya daerah wajah yang dipenuhi dengan kelenjar dan lapisan sel yang tipis, sehingga menjadi lebih berminyak, kenyal, lentur, dan lembab. Kulit tumit kebalikannya, daerah itu cenderung kering sehingga memang menjadi lebih mudah pecah-pecah.”
Kenapa sih tumit kita sering pecah-pecah?
Nah, salah satu alasannya adalah karena detergen (bahan kimia), trauma pemakaian sepatu, dan jamur. Bahan kimia yang terkandung dalam detergen atau cairan pembersih lantai  dan lainnya mampu merusak sel-sel kulit, termasuk tumit. Apalagi seperti yang dijelaskan sebelumnya, kelenjar kulit menjadi peka.
Trauma akibat pemakaian sepatu yang terlalu sempit atau karena alergi dengan bahan sepatu/alas kaki yang digunakan juga bisa mengakibatkan kulit tumit pecah-pecah. Jamur kulitpun bisa menjadi salah satu penyebabnya, sehingga yang mengalami gangguan bukan hanya tumit, tapi juga hamper diseluruh bagian kakinya, seperti gatal dan berair di sela-sela jari kaki.

Lantas bagaimana mencegah kulit tumit pecah-pecah?
Berikut ini tips-tips yang diberikan oleh Dr. Silvi:
  1. Menjaga kebersihan kaki dan telapak kaki.
  2. Menggunakan sepatu dan alas kaki yang nyaman, lembut, dengan ukuran yang pas.
  3. Menggunakan kaos kaki untuk mencegah gesekan antara tumit dan sepatu.
  4. Rajin mengkonsumsi makanan kaya akan vitamin seperti buah-buahan, sayuran hijau, dan lainnya.
  5. Hindari berjalan tanpa menggunakan alas kaki.
  6. Hindari terkena zat pemutih atau zat kimia keras.
  7. Hindari menggunakan sabun yang mengandung zat kimia yang keras.
  8. Hindari mandi dengan air yang terlalu panas karena dapat mengeringkan kulit.
  9. Sering menggunakan lotion untuk melembabkan kulit.
  10. Bersihkan dan rendam kaki menggunakan air hangat. Gosok dengan batu apung untuk mengangkat kulit tebal. Kulit yang terlalu tebal membuat lotion tidak menyerap ke dalam kulit.

Khusus mengenai tips yang terakhir, merendam kaki ataupun menggosoknya dengan batu apung, jangan dilakukan setiap hari, maka akan menyebabkan lapisan kulit rusak. Jadi hanya dianjurkan mekasimal sekali perbulan saja, disesuaikan dengan periode pergantian kulit yang rata-rata setiap 28 hari. Untuk merendam kaki pun cukup dengan air hangat, dan kalau pun perlu ditambahkan sedikit air garam. Jangan diberi sabun karena akan menambah kulit menjadi kering. Kalau mau sabun, pilihlah yang kaya akan pelembab. Merendam tak perlu terlalu lama karena akan membuat kulit mengembang  yang akhirnya akan merusak lapisan epitel kulit. Setelah proses merendam dan menggosok jangan lupa untuk segera mengelapnya dengan handuk, dan mengoleskan pelembab.

Sumber: Majalah Dokter Kita Edisi 2 THN IV-Februari 2009



Tidak ada komentar:

Posting Komentar