Kulit di daerah tumit memang tebal,
tapi malah rentan menjadi pecah. Itulah awal penjelasan Dr. Silviani Sri
Rahayu, SpKK, ketika diwawancarai oleh majalah Dokter Kita “Tumit itu selnya
khusus, terdiri dari sel epitel gepeng berlapis yang relatif tebal dibanding
lapisan kulit yang lain. Karena begitu tebalnya lapisan sel maka kelenjarnya
malah lebih sedikit. Dengan jumlah kelenjar yang sedikit maka kulit kulit di
daerah itu menjadi kurang lembab.
Berbeda dengan kulit misalnya daerah wajah yang dipenuhi dengan kelenjar dan
lapisan sel yang tipis, sehingga menjadi lebih berminyak, kenyal, lentur, dan
lembab. Kulit tumit kebalikannya, daerah itu cenderung kering sehingga memang
menjadi lebih mudah pecah-pecah.”
Kenapa sih tumit kita sering
pecah-pecah?
Nah, salah satu alasannya adalah
karena detergen (bahan kimia), trauma pemakaian sepatu, dan jamur. Bahan kimia
yang terkandung dalam detergen atau cairan pembersih lantai dan lainnya mampu merusak sel-sel kulit, termasuk
tumit. Apalagi seperti yang dijelaskan sebelumnya, kelenjar kulit menjadi peka.
Trauma akibat pemakaian sepatu yang
terlalu sempit atau karena alergi dengan bahan sepatu/alas kaki yang digunakan
juga bisa mengakibatkan kulit tumit pecah-pecah. Jamur kulitpun bisa menjadi
salah satu penyebabnya, sehingga yang mengalami gangguan bukan hanya tumit,
tapi juga hamper diseluruh bagian kakinya, seperti gatal dan berair di
sela-sela jari kaki.
Lantas bagaimana mencegah kulit tumit
pecah-pecah?
Berikut ini tips-tips yang diberikan
oleh Dr. Silvi:
- Menjaga kebersihan kaki dan telapak kaki.
- Menggunakan sepatu dan alas kaki yang nyaman, lembut, dengan ukuran yang pas.
- Menggunakan kaos kaki untuk mencegah gesekan antara tumit dan sepatu.
- Rajin mengkonsumsi makanan kaya akan vitamin seperti buah-buahan, sayuran hijau, dan lainnya.
- Hindari berjalan tanpa menggunakan alas kaki.
- Hindari terkena zat pemutih atau zat kimia keras.
- Hindari menggunakan sabun yang mengandung zat kimia yang keras.
- Hindari mandi dengan air yang terlalu panas karena dapat mengeringkan kulit.
- Sering menggunakan lotion untuk melembabkan kulit.
- Bersihkan dan rendam kaki menggunakan air hangat. Gosok dengan batu apung untuk mengangkat kulit tebal. Kulit yang terlalu tebal membuat lotion tidak menyerap ke dalam kulit.
Khusus
mengenai tips yang terakhir, merendam kaki ataupun menggosoknya dengan batu
apung, jangan dilakukan setiap hari, maka akan menyebabkan lapisan kulit rusak.
Jadi hanya dianjurkan mekasimal sekali perbulan saja, disesuaikan dengan
periode pergantian kulit yang rata-rata setiap 28 hari. Untuk merendam kaki pun
cukup dengan air hangat, dan kalau pun perlu ditambahkan sedikit air garam.
Jangan diberi sabun karena akan menambah kulit menjadi kering. Kalau mau sabun,
pilihlah yang kaya akan pelembab. Merendam tak perlu terlalu lama karena
akan membuat kulit mengembang yang
akhirnya akan merusak lapisan epitel kulit. Setelah proses merendam dan
menggosok jangan lupa untuk segera mengelapnya dengan handuk, dan mengoleskan
pelembab.
Sumber:
Majalah Dokter Kita Edisi 2 THN IV-Februari 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar