
27 Maret 2009. Suatu pagi, sesaat sebelum adzan subuh berkumandang, tsunami kecil itu memecah kesunyian. Sebuah tanggul di danau Situ Gintung, kecamatan Ciputat, Tangerang, Banten telah jebol. Air bahnya menerjang perkampungan Cirendeu, melahap rumah, menghantam pepohonan, mencuri jiwa-jiwa tak berdosa menuju ke haribaan-Nya. Ratusan manusia wafat, puluhan jiwa menghilang. Demikian pelbagai media melansir dalam ketidakpastian. Air mata, luka, dan derita kini masih menyisa di wajah mereka yang selamat.
Bagi mereka yang telah pergi menjemput-Nya, semoga Alloh menempatkan jiwanya di tempat terbaik-Nya. Untuk mereka yang terkena bencana, semoga Alloh menabahkan, menyabarkan, dan menguatkan imannya. Semoga ini menjadi musibah terakhir untuk terus kita tafakuri bersama. Sudahkah kita belajar mengasihi alam dan menghapus keserakahan demi nafsu semata? Semoga sang Khalik masih menyisakan anugrah dan nikmat-Nya meski kita tak pernah jera untuk selalu menghianati_nya (teks: Az, foto: Wulan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar