Senin, 07 Januari 2013

Bukan [Rahasia] Bisnis

Sedekah
foto: Wulan


Cerita ini diambil dari kisah nyata seorang pengusaha di bidang desain interior, namanya bapak Solikun Hadi.

Jangan pernah melarang Solihun Hadi bersedekah di jalan. Bahkan ketika Toko Citra Indah miliknya di jalan Protokol Cilegon-Jakarta, baru buka sekalipun, Solikun pantang menolak undangan sedekah. Seperti suatu ketika, selagi tokonya belum lama buka dan pembeli baru satu-dua, Solikun kedatangan seorang yang minta bantuan. Ia minta sedekah untuk ongkos ke Bandung. Saat itu, di kantong Solikun hanya ada uang Rp 20.000, spontan, disedekahkanlah selembar uang kertas duapuluh ribuan itu kepada si tamu tak diundang. Eh, tak perlu menunggu haru berganti, datang seorang anak Bupati kenalannya. Dia memberi job Solikun merancang sebuah desain interior.
“Dia langsung ukur-ukur ruang dan meminta saya memberikan saran konsep disainnya. Setelah dihitung-hitung, nilai proyeknya Rp 36 juta. Dan di luar kebiasaan, ia langsung memberi uang muka Rp 20 juta dari total nilai proyek Rp 36 juta!” kenang Solikun.
Selain profesionalitas di bidang desain interior, rahasia sukses Solikun adalah sedekah.
“Kemana pun saya pergi, saya usahakan memberi saat di jalan ada orang meminta,”. Baginya, pantang menolak peminta-minta. “Ya walaupun cuma gope atau seribu, kita berusaha ngasih,” katanya. “Takutnya itu jelmaan Nabi Khidir atau malaikat yang hendak menguji kita,” imbuh Solikun. Kebiasaan itu yang membuat jika ada orang minta tidak diberi, ada rasa tidak pas atau tidak enak hinggap di hati Solikun.
Prinsip inilah yang diyakini Solikun menyebabkan usahanya yang bergerak di bidang desain interior berjalan lempeng nyaris tanpa hambatan. Prinsip ini pula yang membuatnya sedemikian banyak mengalami berbagai peristiwa ajaib terkait sedekah.

Sumber: Dahsyatnya Sedekah 2; Kumpulan Testimoni, penulis Aya Hasna dkk, Tangerang: PPPA Daarul Qur’an

Jumat, 07 Desember 2012

Benih [Padi]


Petani
foto: Wulan


Pak Tani menyelenggarakan upacara selamatan menjelang musim tanam. Ia mengambil sebagian padi untuk hiasam upacara dan sebagian lagi disiapkannya sebagai benih untuk ditanam. Biji padi yang dijadikan benih ternyata cemburu dan berkeluh kesah kepada pak Tani.

“Pak Tani tidak adil! Mengapa hanya sebagian teman kami yang Bapak pilih untuk dijadikan hiasan? Lihatlah mereka dikagumi dan dipuji-puji banyak orang, sedangkan kami sama sekali tidak diacuhkam. Pak Tani sungguh tidak adil!”.
Pak Tani mendengarkan keluh kesah mereka, tetapi tidak menjawab. Ia malah segera mengangkut mereka dan melemparkannya ke berbagai penjuru sawah, ke tengah-tengah tanah becek yang kotor. Benih padi semakin sedih.
Beberapa hari kemudian, pak Tani menjenguk sawahnya dan menyapa benih padi.
“Selamat pagi, Benih Pagi. Apa kabarmu?”
“Pak Tani, mengapa kami dibuang ke tanah kotor ini? Apa salah kami? Kami kedinginan dan kepanasan, tapi kau biarkan kami. Wajah kami kini jadi rusak. Lihat, ada banyak serat akar tumbuh pada tubuh kami. Tolong angkat dan bersihkan kami, pak Tani!”
“Kutolong kalian, Benih Padi.” Jawab pak Tani.
Akan tetapi, pak Tani tidak juga mengangkat atau membersihkan benih-benih padi itu. Berhari-hari ia tetap membiarkan benih padi itu. Berhari-hari ia tetap membiarkan benih padi tinggal di tanah yang becek dan kotor. Dibiarkannya pula akar yang tumbuh semakin banyak. Bahkan, yang tumbuh bukan hanya akar, melainkan juga batang dan daun yang semakin lebar hingga suatu saat benih padi itu lenyap tak berbekas.
Sawah itu kini kian menguning, penuh dengan tanaman padi yang berbulir lebat. Banyak orang mengagumi keindahannya dan banyak orang yang membutuhkannya. Pak Tani pun datang menjenguk benih padinya.
“benih Padi, bagaimana kabarmu hari ini?”
“Pak Tani, terima kasih atas pertolonganmu, “ Kata benih padi yang kini berubah menjadi tanaman yang lebat.

Terkadang kita "dipaksa" keluar dari zona kenyamanan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Seorang bayi "dipaksa" keluar dari rahim ibunya yang nyaman supaya bisa bertumbuh dan menjadi dewasa. Begitu juga dengan kita, berani menghadapi perubahan demi hidup yang lebih baik.

Salam sukses :)


sumber: buku Hadiah terindah, Dessy Danarti

Sabtu, 10 November 2012

Manfaat [Olahraga] Bagi Kesehatan


jogging
photo: Wulandari

Olahraga ternyata sangat baik bagi kesehatan, dengan olahraga maka dapat meningkatkan energi, menurunkan tekanan darah, mencegah dan memulihkan penyakit jantung, mengurangi depresi dan rasa cemas.
Beberapa manfaat olahraga bagi kesehatan diantaranya:


  • Otak atau emosi

Meningkatkan perasaan bahaagia, menguatkan memori, mencegah demensia, mengurangi kemunduran fungsi otak, menurunkan tingkat depresi, dan tidur lebih nyenyak.


  •  Metabolisme atau hormon
Menaikkan metabolism dan energy, libido yang lebih besar, menigkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh, memanfaatkan glukosa darah yang lebih efektif, dan mencegah diabetes.


  • Jantung
Pencegahan dan kemungkinan pemulihan penyakit jantung, tekanan darah lebih rendah, dan otot jantung yang lebih kuat.


  • Otot
Energi yang lebih tinggi, tubuh lebih tegap, massa otot lebih kencang (dan mencegah kendurnya otot yang terjadi seiring dengan waktu), meningkatkan kekuatan, daya tahan, kelenturan, dan keseimbangan, serta penyimpanan glukosa yang lebih tinggi.


  • Tulang
Kepadatan mineral tulang yang lebih solid dan mencegah pengeroposan, mengurangi gajala radang sendi, serta berkurangnya kemungkinan terkena patah tulang dan terjatuh.



  • Kanker
Berkurangnya resiko terkena kanker usus, prostat, serta payudara (dan mungkin jenis kanker lainnya).


  • Masa hidup
Menigkatkan lamanya masa hidup dan kesehatan yang lebih baik.


So, ladies banyak ya manfaat olahraga itu, manfaatkan selama weekend ya, raga sehat jiwa pun sehat, salam.

Sumber: The Secret of Staying Young, Jhon E. Morley, M.D dan Sheri R. Colberg, Ph.D. hal. 25