![]() |
| Sedekah foto: Wulan |
Cerita ini diambil dari kisah
nyata seorang pengusaha di bidang desain interior, namanya bapak Solikun Hadi.
Jangan pernah melarang Solihun
Hadi bersedekah di jalan. Bahkan ketika Toko Citra Indah miliknya di jalan
Protokol Cilegon-Jakarta, baru buka sekalipun, Solikun pantang menolak undangan
sedekah. Seperti suatu ketika, selagi tokonya belum lama buka dan pembeli baru
satu-dua, Solikun kedatangan seorang yang minta bantuan. Ia minta sedekah untuk
ongkos ke Bandung. Saat itu, di kantong Solikun hanya ada uang Rp 20.000,
spontan, disedekahkanlah selembar uang kertas duapuluh ribuan itu kepada si
tamu tak diundang. Eh, tak perlu menunggu haru berganti, datang seorang anak
Bupati kenalannya. Dia memberi job Solikun merancang sebuah desain interior.
“Dia langsung ukur-ukur ruang
dan meminta saya memberikan saran konsep disainnya. Setelah dihitung-hitung,
nilai proyeknya Rp 36 juta. Dan di luar kebiasaan, ia langsung memberi uang
muka Rp 20 juta dari total nilai proyek Rp 36 juta!” kenang Solikun.
Selain profesionalitas di
bidang desain interior, rahasia sukses Solikun adalah sedekah.
“Kemana pun saya pergi, saya
usahakan memberi saat di jalan ada orang meminta,”. Baginya, pantang menolak
peminta-minta. “Ya walaupun cuma gope
atau seribu, kita berusaha ngasih,” katanya. “Takutnya itu jelmaan Nabi Khidir
atau malaikat yang hendak menguji kita,” imbuh Solikun. Kebiasaan itu yang
membuat jika ada orang minta tidak diberi, ada rasa tidak pas atau tidak enak
hinggap di hati Solikun.
Prinsip inilah yang diyakini
Solikun menyebabkan usahanya yang bergerak di bidang desain interior berjalan
lempeng nyaris tanpa hambatan. Prinsip ini pula yang membuatnya sedemikian
banyak mengalami berbagai peristiwa ajaib terkait sedekah.
Sumber:
Dahsyatnya Sedekah 2; Kumpulan Testimoni, penulis Aya Hasna dkk, Tangerang:
PPPA Daarul Qur’an

Tidak ada komentar:
Posting Komentar